Perjuangan "menghadirkan" Shiraz

Jadi ibu, terutama ibu yang ideal (bayangkan image ibu yang lembut dan penuh kasih sayang) sama sekali bukan hal yang mudah untuk dilakukan #ternyata. Apalagi untuk saya, yang agak hobi ngomel2 ini hehe..
Belakangan ini Shiraz semakin aktif dan pecicilan, senangnya bermanuver ke kanan kiri atas bawah, nyungsep, nungging, merayap, merambat yang sukses selalu bikin saya sport jantung dan kadang teriak2.
Shiraz juga mulai punya “Bargaining Power” contohnya ketika dia lebih suka digendong2 daripada didudukin di highchair atau kasur, kalau ga diikutin maunya bisa merengek2, teriak protes, atau ekstrimnya nangis kejer.
Untuk saya yang 24 jam penuh selalu bersama2 si Raja Kecil ini, masa2 Shiraz rewel sungguh2 menguras emosi. Apalagi kalau sdg ga enak badan atau datang tamu bulanan, rasanya senewen banget.

Tapi kalau saya renungkan lagi, hal itu memang bagian tak terpisahkan dan sangat wajar dialami seorang ibu, bahkan kalau boleh dibilang salah satu kemewahan menjadi ibu. Kenapa saya bilang kemewahan? karena saya pernah merasakan perasaan mendamba yang amat sangat untuk menjadi seorang ibu. Menikah di bulan Agustus 2008, testpack saya baru positif untuk pertama kalinya bulan Oktober 2009. Selama 13 bulan si tamu selalu hadir tepat pada waktunya, dan jangan berpikir saya menjalani 1 tahun itu dengan santai, oh tidak sama sekali, berulang2 saya dan ayahnya Shiraz berikhtiar agar segera dihadirkan malaikat kecil dalam rumah tangga kami, mulai dari pemeriksaan kesehatan reproduksi, program hamil di dokter kandungan hingga 3 kali dan gagal semua, minum macam2 suplemen untuk kesuburan, mencoba (maaf) berbagai posisi, sampai akhirnya mencoba pengobatan alternatif. Yang terakhir inilah yang rasanya (wallahualam bis showab) paling berhasil diantara semua usaha itu, dan saya ingin membagi pengalaman ini dengan siapapun yang membutuhkannya karena saya tahu perasaan mendamba itu..

Ini copy-an dari sharing saya di forum pregnancy and parenting di weddingku.com (amelia is my middle name)

Aku mau share…
sesuai yang aku cerita sebelum nya aku dah married sejak agustus 2008, dan pagi ini setelah 14 bulan penantian, tadi pagi aku testpack dan positif (alhamdulillah, aku sangat bersyukur), haid terakhir aku sebelumnya tanggal 17 september. Jadi selama 14 bulan ke belakang aku hampir udah coba semua usaha untuk hamil, program ke dokter (dikasih profertil) ga berhasil, cek kesuburan pasutri (ada masalah di sperma suami), minum serbuk kurma, ukur suhu tubuh basal selama 4 bulan berturut2 juga belum berhasil, sampai akhirnya 2 bulan yang lalu setelah baca thread di weddingku juga, ada shary yang berhasil hamil setelah pijat refleksi di bogor padahal saluran telurnya tersumbat dan divonis harus bayi tabung sama dokter. Aku berfikir, mungkin ga ada salahnya juga kita coba ke pengobatan alternatif, hubby juga setuju. akhirnya aku hubungi shary (makasih shary) yang dengan baik hati jawab semua pertanyaan aku tentang rute, metode terapisnya dll.

Terapisnya namanya bapak Ngadimo, praktek di daerah POMAD Bogor (seberang SMP 15 Bogor). Waktu pertama kali kesana kita datang sore2 dan ternyata antrian udah panjang (ada 5 orang yang blum dipijat) karena tidak mungkin tertangani hari itu juga, kita diminta datang besok pagi nya. Habis shubuh langsung berangkat dan jadi orang pertama yang dipijit. Suami istri dipijit, pas di reflesi di kaki itu rasanya sakit banget kalo kita ada masalah kesehatan. Dan bapaknya juga langsung tau kalo kualitas sperma suami ku kurang bagus. Setelah dipijit kami dikasih ramuan tradisional, untuk aku kunyit putih, biang kunyit dan gula aren, direbus jadi satu dan diminum setiap hari. Untuk hubby buah pinang, lada hitam, kuning telur dan jeruk nipis. Stelah pijat ke dua kali kira2 dua minggu kemudian, aku udah ga sakit lagi saat dipijit, dan dikasih jamu subur kandungan. Trus bapaknya bilang ramuannya diteruskan aja untuk hubby dan jamu subur kandungan untuk aku selama 3 bulan. Kalo belum berhasil juga baru datang lagi. 1 bulan setelah terapi Pak Ngadimo aku masih dapat haid.
by amelia, posted on Oct, 22 (06:22)

sempat kecewa juga, lewat dokter ga berhasil, alternatif juga kenapa ga berhasil. padahal shary yang saluran telurnya tersumbat juga bisa ditolong pak ngadimo. Tapi aku tetep lanjut saran bapak, tetep minum jamu subur kandungannya meski tidak pijat lagi. Di bulan september, minum jamu suburkandungannya aku combine dengan salmon oil omega 3, karena mrs.brama di thread PCO berhasil hamil dengan minum salmon oil omega 3, tapi setelah haid periode september aku cuma minum jamu subur kandungannya aja. Oh iya.. selam 2 bulan ini juga aku rutin pake pantyliner AVAIL saat tidak haid dan pake pembalut AVAIL juga saat haid.

Siklus haidku 26-27 hari dan TIDAK PERNAH TELAT sama sekali. Setelah memberanikan diri (karena takut kecewa sepeti biasanya) tadi pagi aku beranikan diri untuk tespack harena udah 35 hari dari haid bulan lalu. Aku pake 2 test pack yang pertama merk onemed langsung kelihatan 2 garis, yang kedua merk geatel, juga kelihatan 2 garis . Aku langsung nangis saking bahagianya. Karena di kantor aku lagi banyak yang hamil anak kedua, aku sempet berfikir aku anak pertama aja satuh tahun lebih belum berhasil. Tapi sekali lagi alhamdulillah.. menjelang ulang tahun hubby, aku bisa ngasih kado paling indah yang selama ini dia impikan.

Makasih buat temen2 di weddingku yang banyak sharing.. buat yang masih menanti jangan pernah lelah untuk berusaha dan berdoa tentunya.
by amelia, posted on Oct, 22 (06:31)

Kalo mo ke pak ngadimo..
ancer2nya gini : dari terminal baranangsiang naik angkot no 09 jurusan sukasari warung jambu, turun di depan plasa jambu dua trus nyebrang naik angkot 08 jurusan pasar anyar citeureup kalo ga salah trus bilang sama supirnya turun di BRI POMAD. Habis turun ga usah nyebrang sebelahnya BRI itu ada jalan kecil ke arah Ciluer, ga usah naik ojek.. jalan kaki 300 meter bakal ketemu SMP 15 Bogor, liha ke seberangnya ada tulisan pengobatan alternatif Bapak Ngadimo. Prakteknya setiap hari kecuali hari selasa dari jam 7 pagi s.d. 20.00.
by amelia, posted on Oct, 22 (09:15)

setelah positif, tiba2 ada hal yang bikin semua kebahagiaan saya hilang seketika

Posted: 11/21/2009 4:15:30 PM
@ all :
di 7 week kemarin, aku baru ada kantong janin dan tes TORCH, hari ini 9w2d jadwal aku kontrol lagi.. berharap banget bisa ngeliat my baby seperti semua ibu-bu disini. Sayangnya, dokter yang biasa aku kontrol ternyata lagi cuti. Berhubung sangat penasaran dengan hasil test TORCH nya aku cari dokter alternatif. Apa yang terjadi kemudian sungguh bikin aku hancur hati (lebih parah dari patah hati maksudnya). Di dokter kedua ini pun, janinku masih tetep tidak terlihat, padahal sudah 9w harusnya katanya sudah bisa liat byar pet detak jantung sang baby. Dokter itu bilang kemungkinan besar aku mengalami blighted ovum alias janin tidak berkembang. speechless, aku ga bisa bilang apa2, nangis saat itupun ga bisa, yang jelas hati aku kosong banget, langsung ada sebagian diriku yang hilang. Aku tanya apakah masih ada kemungkinan dipertahankan dengan penguat, dokter itu bilang silakan kalo mau coba, tapi kalau saya harus jujur katanya, hampir tidak ada kemungkinan. Sampai saat ini aku tetep ga ada flek atau pendarahan sama sekali. Yang jelas aku masih belum mau dikuret, biarkan berjalan secara alami dulu. Akhirnya aku dikasih penguat dan vitamin. Aku ga tau apa yang akan terjadi 2 minggu ke depan. Mohon doa yang terbaik dari temen2 semua.

hai mau sharing karena sempat berkutat sama BO ini…
aku test pack positif tanggal 22 oktober, usia kehamilan 5 w, usg ke dokter baru ada penebalan dinding rahim,

pas 7w usg lagi, baru ada kantong janinnya saja, dokter bilang aku resmi disebut hamil.

9 w, dokter yang biasa nanganin aku cuti, aku cari dokter lain, saat di usg, masih hanya keliatan kantung janinnya aja, dan hal ini ga bagus, dokter itu bilang ini ga normal, janin tdk berkembang, blighted ovum dsb yang intinya harus dikuret karena jika dibiarkan juga akan abortus spontan. shock bgt waktu itu, euforia hamil cuma bertahan 1 bulan. tapi aku tetep berkeyakinan biarkan janinku yang menentukan, kalau dia tidak berkembang dia pasti akan keluar dengan sendirinya

10w (sabtu lalu), aku balik kontrol ke dokter yang biasanya.. dan alhamdulillah janinku ada disana dan normal. panjangnya 3,5 cm dan denyut jantungnya juga ada.

jadi kesimpulannya, janin belum terlihat di usia 9 week (atau lebih, karena menurut dokterku ponakannya juga baru keliahatan pada saat 3 bulan). Keajaiban yang kuasa, dokterpun ga seharusnya cepat memberi keputusan. Menurutku, jangan kuret dulu kalau tidak ada resiko pada kesehatan ibu.
by amelia, posted on Jan, 25 (07:18)

Dan si Janin yang pernah disangka Bligheted Ovum dan hampir dikuret itu sekarang baru saja ber ulang bulan yang ke 9, alhamdulillah sehat, ganteng, pintar dan lucu, my Baby Boy Shiraz. Maka setiap kali saya merasa berat menjalankan peran seorang ibu, saya selalu mengingat ke belakang, perasaan merana ketika belum dikaruniai buah hati, bahagianya saat testpack positif, hancurnya perasaan saat divonis blighted ovum, rasa syukur saat janin saya tetap tumbuh, masa2 kehamilan yang menyenangkan karena tanpa morning sick, rasa sakit saat menjalani pembukaan persalinan, perasaan saat berada di meja operasi dan saat pertama melihat Shiraz. Alhamdulillah saya sangat beruntung memiliki Shiraz ^_^ Bunda Love you so much dear Shiraz

Drama dibalik kelahiran Shiraz

Si kecil Shiraz lagi bobo manis di boxnya, ga kerasa skg Shiraz tepat 1 minggu, semakin hari semakin keliatan ngerti saat diajak berinteraksi.  Kalau liat Shiraz skg, rasanya harus banyak-banyak bersyukur sama Allah, karena doa bunda dan ayah untuk melengkapi keluarga kecil kami dengan keturunan sudah dikabulkan, tinggal ke depannya kami harus berusaha untuk mendidik Shiraz dengan baik, sehingga Shiraz bisa menjadi anak yang sholeh, berbudi baik, berbakti pada orang tua dan keluarga, serta menjadi orang yang berguna.

Sedikit mengenang proses kelahiran Shiraz ahh..  Hari perkiraan lahir (HPL) Shiraz menurut perhitungan dokter adalah tanggal 24 Juni 2010 tapat di 40W.  Tapi hingga saat itu, bunda masih belum juga mengalami his/kontraksi/mules” yang biasanya jadi tanda-tanda mau melahirkan.  Tanda-tanda mau melahirkan pertama kali datang saat  bunda selesai ikut senam hamil di 40w2d, ada flek samar di underwear saat bunda pipis tapi karena belum mules bunda tetep cuek jalan2 ke supermarket sama ayah.  Malamnya bunda mulai merasakan mulas, tapi intervalnya masih belum teratur dan masih bisa dibawa bobo.  Besok paginya tanggal 27 juni, mulas dan fleknya hilang lagi, tapi sepulang jalan pagi keliling kompleks ga tau kenapa bunda tiba-tiba aja kaligata, sekujur badan bentol” dan gatal2 luar biasa (kayaknya ga ada di teori tanda2 menjelang persalinan deh kalo yang ini).  Menjelang sholat isya, flek itu datang lagi, bunda yang siap-siap nonton piala dunia sama ayah dan kakek mulai merasa mulasnya datang lagi, dan kali ini teratur, mulai 20 menit sekali, 15 menit sekali sampai 10 menit sekali, alhasil sepanjang pertandingan Jerman vs Inggris, bunda ga bisa nonton dengan tenang, malahan bolak balik jalan-jalan dari ruang tv ke dapur (dokter bilang, kalo mules mau melahirkan yang asli ga bisa hilang meski kita beraktivitas, tapi jalan-jalan bagus biar posisi bayi masuk ke jalan lahir).  Selesai pertandingan bola, ayah dan bunda masuk ke kamar, tapi kali ini ga bobo, feeling bunda sebentar lagi bunda akan segera melahirkan, kasih tau ayah dan kita berdua sibuk nyiapin dan ngecek ulang perlengkapan yang mau dibawa ke rumah sakit terutama kamera.  Kontraksinya udah mulai 5 menit sekali dan bunda bener2 ga bisa bobo, untunglah piala dunia masih ada pertandingan Argentina vs Meksiko jam 1.30 dini hari, jadi ayah juga ga terlalu bosen nemenin bunda yang sibuk jalan2 dan bolak balik ke kamar mandi.  Selesai bola, ayah kayaknya ngantuk dan sempet bobo dulu sampai sholat shubuh.  Tadinya bunda pengen langsung ke rumah sakit aja karena interval  kontraksinya mulai rapat, tapi karena masih dini hari sedangkan kunci mobil dipegang kakek, kita putuskan habis shubuh aja.

Tanggal 28 Juni 2010 jam 6 pagi, kita berangkat ke Hermina Sukabumi yang sebenernya jaraknya cuma 10 menit jalan kaki, tapi karena bawa tas untuk keperluan bersalin, akhirnya pinjem mobil, keluarga janji nyusul kalo memang langsung dirawat.  Di Hermina langsung minta ketemu bidan jaga di kamar bersalin, lucky me! bidan jaga hari itu bidan Desi, instruktur senam hamil favorit bunda, jadi rasanya lebih secure.  Langsung disambut, dipersilakan masuk kamar bersalin dan ganti baju.  Langsung diperiksa dalam setelah bunda ceritain kronologis mulesnya yang sampai bikin ga bisa tidur semalaman, ternyata udah bukaan 4, bidan Desi bilang, normalnya untuk kelahiran anak pertama bukaan akan lengkap sekitar 6-8 jam lagi. Yippie, paling dzuhur udah lahir si dede, langsung kabari keluarga, dan ayah izin ga masuk kantor.  Bunda langsung sibuk praktekin teori senam hamil untuk mengurangi rasa mulas, yak inhale… exhale.. tarik nafas.. buang nafas..

Nunggu bukaan lengkap lama banget sih

Dan.. ga lupa jalan-jalan terus biar proses bukaannya cepet, foto ini diambil jam 13.30 dan bukaan masih 4 blom nambah sama sekali

jalan-jalan di koridor kamar bersalin berharap bukaan nambah lagi

Akhirnya pas periksa dalam lagi jam 4 sore, bukaannya nambah 1 cm, setelah berulang kali dan berbagai metode pelunak dinding rahim diinjeksi untuk mempercepat proses bukaan.  Pas sore semakin banyak yang nyempetin nengok buat ngasih support ada Mertua, Ateu (tante), my bestfriend Siska,  adik ipar yang mo balik ke Bandung sama pacarnya.  Di tahap ini bunda udah ga bisa jalan lagi, cuma bisa berbaring dan duduk, pendarahan akibat sering periksa dalam udah mulai berceceran di sprei, tetep inhale dan exhale sambil sesekali meringis, no, i won’t cry.. sakit melahirkan seperti ini yang dulu bunda dambakan saat belum hamil, rasanya apapun akan bunda lakukan agar bisa merasakan kesempurnaan sebagai seorang wanita.

Menjelang isya, bukaan udah masuk bukaan 6, dan bidan udah bisa menyentuh kepala dede.. tapi proses melahirkan belum bisa berlangsung selama bukaan belum lengkap.  Secara periodik detak jantung dede di monitor dengan CTG, tapi hasilnya mules semakin bertambah, detak jantung janin semakin tidak teratur dan gerakannya semakin lemah, sepertinya dede stress karena sudah masuk jalan lahir tapi ga nemu pintu untuk keluar.  Mulai cemas, mulai pasrah dan kontraksi semakin menggila, ga ada posisi apapun yang bisa meringankan rasa mules itu.  Keluarga yang nunggu udah mulai jarang masuk ke kamar bersalin, bunda tau mereka juga panik dan frustasi, karena udah lebih dr 12 jam nunggu di rumah sakit, cuma ayah yang selalu ada di samping bunda.  Poor ayah, sepertinya merasa tidak berdaya dan sedikit feeling guilty karena ga bisa meringankan beban istrinya.  Tengah malam, kembali periksa dalam, dan dengan wajah kecewa bidan bilang masih bertahan di bukaan 6.  Kondisi fisik bunda makin lemah, kontraksi ditambah begadang 2 malam berturut2, pihak keluarga minta dokter segera datang dan mengambil tindakan apapun yang terbaik demi keselamatan ibu dan bayinya.  Saat itu bunda sadar, cita-cita melahirkan normal semakin jauh untuk terwujud.

Jam 2 pagi dokter datang, tapi harus membantu persalinan pasien kamar sebelah (NORMAL, hikss… walau pake acara jerit-jerit dan nangis meraung-raung).  Sebelumnya dokter Ratna sempet nengokin bunda dan menawarkan beberapa opsi, mau di induksi, dengan masih ada kemungkinan gagal dan gawat janin yang jika terjadi akan berujung di meja operasi juga atau langsung operasi/Sectio Ceasarean.  Bismillah, dengan mempertimangkan keselamatan dede, dan membayangkan kontraksi yang udah luar biasa ini mau ditambah lagi pake induksi, akhirnya bunda dan ayah memutuskan langsung operasi.  Like ayah said, bunda udah melakukan yang terbaik semampu bunda, sekarang prioritasnya adalah keselamatan dede.

Jam 3 tepat bunda masuk ke kamar operasi, yang bunda rasakan, ngerasa kedinginan karena AC dan faktor anestesi, ngerasa di pegang-pegang daerah perut, ditekan2 (kerasa banget), sampe akhirnya ada tangisan bayi yang memutus obrolan para dokter tentang skor piala dunia (brazil vs portugal 3:0, oh yeah, makasih dok, meski di ruang operasi tetep update skor piala dumia).  Berusaha intip2 tapi cuma liat sekilas si dede dibersihin, dan dokter bilang selamat bu, bayinya laki-laki dan BESAR pantesan ga bisa keluar.  Terus si dede didekatkan, bunda cium kepalanya, dan itulah air mata pertama yang mengalir selama cerita ini berlangsung (shit, skg sambil ngetik jg mewek kalo inget).  Dede langsung dibawa keluar untuk di adzankan oleh ayah, sementara bunda harus menjalani 30 menit berikutnya dalam acara jahit menjahit dan obras mengobras.

Setelah selesai bunda dipindahkan ke kamar obervasi setelah operasi disambut ayah dan keluarga yang menyelamati, katanya si dede gendut dan lucu.  Ayah bilang, waktu diadzani, dede yang lagi nangis langsung berhenti dan melihat ayah.  Kemudian suster datang bawa dede untuk IMD (inisiasi menyusu dini), agak jadi2an sih sebenernya, karena dede langsung ditaro deket payudara bunda, tapi gapapa lah secara bunda lagi mengigil akut, daripada dede juga ikut kedinginan.  Bener, bukan mimpi, akhirnya aku jadi seorang bunda, alhamdulillah.

newborn shiraz, badannya menuh-menuhin inkubator

newborn shiraz

dan apakabar sang bunda pasca operasi ?????????

DEKILLLLLLLLLL

menjelang 40w semakin h2c

Duuuh.. kenapa ya dede betah banget di dalam perut bunda? Sepertinya karena perut bunda yang berlemak banyak jadi dede empuk dan hangat di dalam sana hihihi… Padahal perkiraan kelahiran dede atau tepat 40w-nya beberapa hari lagi yaitu tangal 24 Juni 2010.

Serius nih bunda belakangan ini agak2 worried karena tanda2 persalinan belum kunjung datang.. kalaupun ada mulas paling cuma 5 menit udah hilang lagi dan ga datang2 lagi dalam jangka waktu yang lama.  Sampai bingung nih mesti gimana lagi mancing dede untuk segera keluar. So far yang udah dilakukan adalah:

* ngajak ngobrol dede supaya segera keluar

* rajin jalan pagi dan sore biar posisi kepala dede cepet kekunci di panggul

* induksi alami, beberapa kali ditengokin ayah tetep aja ga bikin mules

* pijat payudara katanya bisa bikin kontraksi, tp juga tidak berhasil

* masih rajin datang senam hamil, soalnya beberapa temen senam hamil melahirkan gak lama setelah ikutan senam

* berdoa sama yang Maha Kuasa, semoga dede lahir pada waktunya dan sempurna tidak kurang sesuatu apapun dengan dan kalau memungkinkan lewat persalinan normal saja.

Ada yang punya idekah cara-cara apalagi yang harus bunda lakukan biar dede cepet lahir?

Oh iya hasil pemeriksaan dokter yang terakhir menjelang 39w kemarin, dinding rahim sudah semakin tipis, kepala dede udah di bawah meski belum sepenuhnya masuk jalan lahir, air ketuban masih banyak, plasenta belum ada pengapuran.

Jadi menurut dokter masih akan dipantau lagi minggu depan apakah kondisi ibu dan bayinya masih bagus, kalo OK akan ditunggu lagi sampai menjelang 42w.  Tapi kalau ternyata ada kondisi yang membahayakan seperti air ketuban yang berkurang atau pengapuran plasenta dll, maka dokter akan merekomendasikan tindakan seperti induksi atau operasi (Sectio Caesarean).  Nah kalo udah 42w, meskipun kondisi semuanya masih bagus, tapi karena udah lewat masa normal kehamilan, maka biasanya si bayi akan dikeluarkan ‘paksa’ melalui operasi.  Hiiyy.. seremkan nak, makanya yuk dede cepet keluar dari perut bunda secara alami.  Semoga saja begitu, amin.

37w, dede masih betah di perut bunda

Bulan Juni, bulan yang paling dinanti, no no no nope… bukan karena bunda kemarin tanggal 8 ultah *dih emang ada yang nanyaa???* tapi karena seharusnya di bulan juni ini anggota keluarga kita bertambah 1 orang lagi.

YUPS.. saatnya untuk dede melihat dunia.. Bunda dan Ayah bener2 excited dan nebak2 kapan ya tanggal yang dipilih dede untuk meninggalkan rahim bunda menuju dunia?

Hari ini bunda dan ayah habis kontrol lagi ke hermina (skg dah 1 minggu sekali lho kontrolnya), update berat dede masih bertahan seperti minggu lalu di 3,2 kg (bagus sayang, kalo gede2 nanti kesempitan di dalem dan susah keluar) berat bunda setelah sempat turun 9 ons sekarang naik lagi 5 ons wah ketauan banget tadi malem bunda melanggar diet buah dengan makan nasi goreng tomyam hehehe… Posisi dede udah bagus, cuma masih belum masuk jalan lahir, bunda diresepin pelunak mulut rahim sama dokter dan ayah dianjurkan sering2 nengokin dede.. hehe induksi alami gituh..

Hmmm PR nih buat bunda menambah frekuensi jalan-jalannya..  kayaknya jalan2 di mall ga berasa capek nih.. apalagi kalo sambil belanja :) sayangnya di sukabumi ga ada mall.. adanya beberapa supermarket dan dept store yang ga terlalu besar.  Jadi rute andalan jalan-jalan bunda dan ayah selama ini ya keliling kompleks, dan keliling pasar (ini sih cuma bunda seorang).

Nak, lahirlah pada saatnya kamu siap ya.. semoga kita diberikan cara yang terbaik dan termudah untuk segera bertemu.. amin

Wishlist..Wishlist..

Terinspirasi bumil blogger lainnya, dan berharap mempermudah teman2 yang mau ngasih kado sama bumil ini hehehe..

1. Alat buat menggendong (sleepy wrap/mobbywrap/baby sling/gendongan berbagai posisi)

Ini kalo yang asli USA muahaaaal banget, jangankan berharap ada yang mau ngado.. beli sendiri aja ga tega.. menguras isi dompet soalnya.  Tapiiiii, ternyata ada buatan lokalnya lhooo.. jadi bolehlah ya berharap ada yang mau ngado versi lokalnya heehehehe…

yang asli situsnya ini

kalo yang buatan lokal bisa dibeli di facebook little shoppe (ginzmom@gmail.com) dengan harga 1/3 yang impor

2. Cloth diapers

konon masalah clodi ini sempet diracunin sama temen2 kuliah yang udah duluan jadi mommy Pooja dan Dian, makanya gals.. kalian aja yang ngado clodi ini yaaa…. hehehe ngarep dot com.. pake clodi katanya bisa menghemat pengeluaran untuk beli disposable diaper dan lebih go green pastinya

3. Diaper bag (yang model selempang ajah, biar unisex, ayah dan bunda bisa pake)

setelah searching2 berulang kali, akhir ayah dan bunda tertarik sama diaper bag yang seperti ini

bisa dibelinya disini yaaa

4.baby Gym/Baby Bouncer/mainan bayi

Ini sih pengennya yang awe dari baby new born bisa dipake sampe toddler ato minimal ampe 1 taun deh..

blom kebayang kayak gimana.. tapi kalo ga salah merk vtech ada deh.. hehehe ngarep ga tau diri lagi deh…

5. Apapun yang berguna buat si baby yang mungkin ayah bundanya yang newbie ini ga tau *wink*wink*

6. Doa yang tulus dari rekan rekan semua, semoga proses persalinan berjalan lancar, bunda dan baby selamat, sehat dan tidak kekurangan suatu apapun amin….

NB : kalo ada yang berbaik hati mau ngasih salah 1 dari item diatas.. tolong kabari yaa… takutnya kita keburu beli karena ga sabaran hehehe,, oh ya saat ini masuk 36w, mudah2an minggu depan babynya lahir ato paling telat di 38w deh.. soalnya berat badannya si dede udah diwarning sama dokter hehehe

counting days awaiting the precious one

Kehamilan 28 Week & Senam Hamil Pertama

Awal April lalu, selepas Ayah terima gaji (halah penting ga sih), kita kontrol rutin ke dokter Ratna, berhubung hari Sabtu udah diprediksi banget bakalan ngantri, lagian paginya ada Om, tante dan sepupu2 pada mancing di rumah Ortu.  Jadilah baru sempet ke Hermina setelah sholat dzuhur, dan benar sajah  dapet antrian no 22 sementara yang di dalam masih di bawah no 10, oh nooooo, bakalan berjamur nih ngantrinya..

Akhirnya setelah nonton tv di ruang tunggu, minum2 di kantin, dan curi2 baca gosip artis di booth majalah, sampe juga giliran kita. Pas masuk, dokternya keliatan dah capee banget, iyalah kita pasien sebelum yang terakhir kok, ayah aja sampe ga tega ngerecokin minta foto layar usg pake hp.  Hasil check up : tensi bunda 100/70 (horaayy turun lagi, eh back to normal), berat badan bunda naik 1 kg dr bulan lalu (jangan tanya berapa totalnya), berat dede 1,4 kg (bulan lalu 700 gr, jadi naik 2x lipat) naah.. ini dia yang harus diperhatikan.. harusnya berat badan dede di 28w itu baru 1,2 kg jadi dokter nyaranin bunda supaya ngemilnya dibanyakin buah-buahan aja. Mereview dan merenungi makanan bulan lalu, tiap minggu ngebaso, cemilan wafer, biskuit coklat, daaannn sempet baking tiramisu yang dihabiskan berdua aja sama ayah.  Waduh nak.. maafkan bundamu yang sering tergoda oleh makanan2 berlemak itu ya.  Dan akhirnya ayah menjadi semakin protektif dan galak sama makanan yang bunda konsumsi.

Sabtu depannya, alias tanggal 10 kemarin bunda pertamakalinya ikut senam hamil di Hermina.  Karena bunda udah reservasi melahirkan disana (walopun blom pasti karena masih mempertimbangkan Bunut aja yang bisa ASKES), buda dapet fasilitas senam hamil gratis sampai melahirkan nanti.  Jadwal senam hamil di Hermina setiap hari Sabtu jam 10 pagi s.d. selesai, kemarin karena belanja kebutuhan kedai dulu di pasar plus ada kemacetan domestik di daerah Ciaul sampai Cibereum, bunda baru nyampe tempat senam hamilnya jam 10.30.  Untungnya blom mulai, bidannya baru datang dan langsung bagiin seragam untuk senam.  Jumlah peserta awalnya 5 orang, plus 2 orang lagi yang datang terlambat, jadi semuanya 7 orang.  Dan kalo diliat, perutnya dah gede2 banget, rata2 udah diatas 32week.  Bunda jadi minder nih, baru 7 bulan aja udah ikutan senam hamil, malah tadinya dari 5 bulan dah mo join senam hamil hehehe..

Gerakan senam hamil emang beda sama senam biasa, palagi kalo dibanding sama senam aerobik yang dulu diikutin di kantor.  Selain disediain matras dan bantal, gerakannya lebih banyak difokuskan pada pernafasan, hal yang sangat penting saat persalinan nanti.  Oh ya, sebelum senam, detak jantung janin juga dicek dulu apakah normal atau ngga.  Selama senam juga diiringi sama musik instrumental yang lembuuut banget, tujuannya mungkin biar kita bisa relaksasi.  Setelah kurleb 1 jam senam, diakhiri dengan pendinginan berbaring miring kiri selama 10 menit yang bikin ngantuk luar biasa, akhirnya sesi senam hamilnya berakhir.  Daaaan….. yang bikin bunda tambah happy, dapet snackbox juga.. yippie.. aaah jadi semangat minggu depan mau senam hamil lagi aahhh

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.