Kunjungan yang tak direncanakan

Hari jumat 5 Februari kemaren, ketemu lagi sama dr Ratna SPOG di Hermina Sukabumi.  Bukan kontrol rutin sih, karena harusnya masih 2minggu lagi jadwal kesananya pas 23w.  Tapi apa hendak dikata, karena kaki bumil ini bengkak-bengkak ngga jelas dan ngga nggenah.. akhirnya daripada jadi sesuatu yang ga sehat dan ga nyaman mendingan periksa aja deh..

Pas dateng ternyata udah antrian ke 4, ditimbang tensi.  Timbangan udah naik 8,5 kg dari sejak pertama hamil (ga mau nyebutin angka totalnya ah, maluuu) trus tensi 110/80 agak naik dari biasanya yang 110/70 tapi kayaknya masih normal lah ya.. blom terlalu worried.  Sambil ngantri sambil nonton acara Dahsyat bareng ayah yang izin sebentar dari kantornya buat nemenin istri plus anak tersayangnya ini.. karena ahri jumat agak was-was juga takut keburu waktunya sholat jumat sih.

Singkat kata, akhirnya giliran kita juga.  Dokternya nanya, gimana bu, sehat-sehat aja kan? Cuman nyengir, hehe sehat sih dok, tapi ini kenapa kaki bengkak2 ya? Seperti biasa dipersilakan berbaring, pertama liat kondisi si dede dulu, herannya si dede  kalo pas usg kok sukanya berpose yang aneh2,  ruku, nungging, sekarang malah tengkurep.. hehehe.. anyway tetep lucu… dan bikin ayah bundanya terharu.  Bu dokter bilang, berat si dede skg udah 358gr.. wah.. senangnyaaa… pantesan sekarang kalo gerak2 lebih kerasa, bahkan ayah jg udah mulai bisa ngerasa tendangan dede lho.. senengnya kalo kita lagi main ber3..

Kembali ke bengkak-bengkak, dr Ratna cuma nganjurin supaya bunda sering-sering ngangkat kaki pas lagi bobo atao berbaring.. soalnya obat yang buat ngobatin kaki bengkak ini blom boleh diminum di kehamilan bulan ke 5 karena takut ada efek buat si bayi.  Waktu bunda tanya ada kemungkinan gejala pre eklampsia ato engga, dokter bilang sih belum mengarah ke situ, tapi kayaknya jadi menginspirasi si dokter buat ngetes urine bunda nih.. jadi dirujuklah kita ke lab untuk cek kadar protein di urine.. untungnya harga test labny ga mehong (baca: mahal) soalnya sekarangkan bunda udah ga dicover asuransi kantor lagi.

Setelah hasil lab keluar, kita konsul lagi ke dokter, dan eng..ing engggggg… ternyata hasilnya kurang bagus, di urine bunda ada protein yang terbuang harusnya nilainya negatif di urine bunda nilainya positif.  Dokter mulai concern nih, bunda disuruh sering2 cek tensi jangan sampai naik secara drastis, disarankannya 3 hari sekali di bidan/puskesmas terdekat.  Tujuannya biar bunda aware, kalau sistole-nya mencapai 140 atau diastolenya mencapai 90 maka bunda harus buru-buru kontrol ke dokter.  Meski gitu dokter minta bunda supaya ga panik.. karena meskipun sudah beberapa dari gejala preeklampsia bunda alami, tapi selama tekanan darah masih normal, maka bunda blum masuk ke gejala pre eklampsia.

Buat yang belum pernah denger apa itu pre eklampsia.. ini bunda sarikan dari blogdokter.net

pakah preeklampsia itu?

Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan.

Apakah eklampsia itu?

Eklampsia merupakan kondisi lanjutan dari preeklampsia yang tidak teratasi dengan baik. Selain mengalami gejala preeklampsia, pada wanita yang terkena eklampsia juga sering mengalami kejang kejang. Eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.

Apa yang menyebabkan preeklampsia dan eklampsia?

Penyebab pasti dari kelainan ini masih belum diketahui, namun beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa faktor yang dapat menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Faktor faktor tersebut antara lain, gizi buruk, kegemukan dan gangguan aliran darah ke rahim.

Apa saja faktor resiko terjadinya preeklampsia?

Preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan yang pertama kali, kehamilan di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun. Faktor resiko yang lain adalah :

  • Riwayat tekanan darah tinggi yang khronis sebelum kehamilan.
  • Riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.
  • Riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan.
  • Kegemukan.
  • Mengandung lebih dari satu orang bayi.
  • Riwayat kencing manis, kelainan ginjal, lupus atau rematoid arthritis.

Apa saja gejala preeklampsia yang patut di waspadai?

Selain bengkak pada kaki dan tangan, protein pada urine dan tekanan darah tinggi, gejala preeklampsia yang patut diwaspadai adalah :

  • Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.
  • Nyeri perut.
  • Sakit kepala yang berat.
  • Perubahan pada refleks.
  • Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
  • Ada darah pada air kencing.
  • Pusing.
  • Mual dan muntah yang berlebihan.

Apakah setiap wanita hamil yang kaki tangannya bengkak menderita preeklampsia?

Beberapa wanita hamil yang normal dapat mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Tetapi jika bengkak yang timbul tidak mengecil saat istirahat dan ditambah dengan gejala yang saya sebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana efek preeklampsia pada bayi?

Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan peredaran darah pada plasenta. Hal ini akan menyebabkan berat badan bayi yang dilahirkan relatif kecil. Selain itu, preeklampsia juga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan komplikasi lanjutan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar, epilepsi, sereberal palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan.

Bagaimana mengobati preeklampsia dan eklampsia?

Pengobatan preeklampsia dan eklampsia adalah kelahiran bayi. Preeklampsia ringan (tekanan darah diatas 140/90 yang terjadi pada umur kehamilan 20 minggu yang mana wanita tersebut belum pernah mengalami hipertensi sebelumnya) dapat dilakukan observasi di rumah atau di rumah sakit terggantung kondisi umum pasien.

Jika umur bayi masih prematur, maka diusahakan keadaan umum pasien dijaga sampai bayi siap dilahirkan. Proses kelahiran sebaiknya dilakukan di rumah sakit dibawah pengawasan ketat dokter spesialis kebidanan. Jika umur bayi sudah cukup, maka sebaiknya segera dilahirkan baik secara induksi (dirangsang) atau operasi.

Untuk preeklampsia berat lebih baik dilakukan perawatan intensif di rumah sakit guna menjaga kondisi ibu dan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Naaah.. mudah2an aja.. apa yang bunda alami ga sampai ke gejala pre eklampsia ya.. tolong doakan bunda dan dede supaya bisa melewati masa kehamilan ini sampai ke waktu persalinannya yang lancar dan selamat semuanya. Amin.

4 Comments (+add yours?)

  1. Mamanya Mandy
    Feb 18, 2010 @ 09:38:44

    Bunda udah pernah ngelewatin masa2 menegangkan kan di awal kehamilan?
    Kali ini kudu tenang juga ya, smoga berbuntut bahagia

    Reply

    • viena sugiawijaya
      Feb 20, 2010 @ 01:27:25

      betul..betul..betul..seperti biasa, bumil yang satu ini bermasalah sama menjaga pola makan. Kemaren tensi sempet nyampe 120/90, dari biasanya 110/70.. pas diinget2 malemnya habis makan soto babat hehehe.. nakal..nakal..

      Reply

  2. inez
    Nov 27, 2010 @ 14:38:26

    Skarang lg hamil 7bulan td diperiksa tensi 140/90 sblmnyatangan agak bengkak.tp kok dokter gak kasih obat turunin darah y.hanya disuruh jaga pola makan.saYa takut skali krn pas mlahirkan anak ke 2 sarap ke 7 saya bermasalah jd mata hidung bibi sbelah kiri lumpuh😦. Alhamdulillah hanya brlangsung 2minggu.saya takut kjadian spt itu lagi.bgaimana cara saya menurunkan tekanan darah itu dan saya orangnya penakut aplg kalo menghadapi rumah sakit+operasi apa itu pengaruh tekaanan darah saya jd tinggi.😦

    Reply

    • viena sugiawijaya
      Dec 01, 2010 @ 02:29:39

      saya juga dulu ga dikasih obat penurun tensi kok, memang hanya benar2 mengandalkan pola makan aja..
      dan cukup istirahat tentunya.. alhamdulillah di trimester 3 tekanan darah berangsur normal lagi..
      kurangi makan garam dan kolesterol aja,
      semoga melahirkannya lancar yaa

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: