How Lucky I Am Using Cloth Diaper and Being Breastfeeding Mom

Setiap minggu bunda selalu belanja sayuran dan daging untuk MPASI Shiraz, seringnya sih di Sup*rin*o depan SMA 3 karena disitu yang koleksi sayurnya agak lumayan lengkap. Pengennya sih belanja ke Pasar tradisional, tp selalu ga sempet walau udh direncanakan. Soalnya kalo ke PasTrad gitu kan harus pagi2 biar sayurannya masih pada segar. Kalo siang sih dapet sisa2 doang.  Nah setiap kali ngantri di kasir mau bayar, selalu menemukan hal yang bikin miris.

Contohnya siang tadi, di depan saya keluarga kecil dengan 2 anak, yg sulung mungkin SD, yg kecil sekitar 5 bulan, belanjaannya 1 troli besar dan penuh, salah satu yang paling mencolok di keranjang belanjaan itu adalah popok sekali pakai merk Mam*po*o bungkusan super besar, kalo ga salah baca isi 66 + bonus 6pc.  Pastinya buat di pake si adek kecil yang digendong mamanya.  Total belanjanya sungguh fantastis 820rb, termasuk dengan belanjaan kebutuhan rumah tangga lainnya. Hmm si pospak itu menyumbang % dari belanjaan yah, ga tahan pengen tahu bunda pun browsing via mbah gugel, dan ternyata harganya sekitara 140rb-an. berarti sekitar 17,5% dari total belanjaannya. Ga kebayang kalo itu saya.. Gaji PNS ayah Shiraz bisa-bisa habis untuk beli pospak yang akhirnya dibuang dan jadi sampah, mubazir banget, udah mah pas-pas an hehe.  Seriusan bunda sangat bersyukur 2 sahabat Bunda tante Dian dan Tante Putri memperkenalkan bunda pada istilah Clothdiaper meskipun mereka sebagai yg meracuni tyt bukan pengguna clodi wakswkwkwk.  m,eskipun biaya investasi clodi juga boleh dibilang ga sedikit, tapi ada sisi kepuasan saat bunda sdh menggunakan popok yang reusable dan washable karena artinya bunda ga nambah2in limbah lingkungan.  Tau ga sih kalau pospak dan pembalut itu penyumbang sampah yang cukup besar? Ini artikel

berita kemarin (Kamis, 31 Maret 2 011) di koran surabaya judulnya ‘Pembalut Wanita Cemari Kali Surabaya’

Setelah dibaca lebih lanjut ternyata popok sekali pakai dan pembalut jadi penyumbang pencemaran kali di surabaya (15 persen)

Katanya,saat ini terjadi peningkatan signifikan pembuangan kedua sampah di kali.

Ini kutipan nya ya..

‘Menurut Prigi A, Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), popok dan pembalut jadi perhatian penting karena penggunaanya sekali pakai. Apalagi konsumen popok tak hanya di perkotaan,juga merambah pedesaan dia atas ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. ”Sampahnya banyak ditemukan di sumber mata air” ujarnya

Karena itu, Prigi mendesak produsen pembalut dan popok bertanggung jawab atas sampah tersebut. Pihaknya juga sudah mendata semua produsen popok dan pembalut yang dijual di Surabaya. ”Dalam pasal 15 UU 18/2008 tentang pengelolaan sampah,setiap produsen popok sekali pakai wajib bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya ” ujar Prigi

Alhamdulillah, Shiraz sama sekali bebas pospak, Bunda masih combine pembalut sekali pakai dan menspad, minimalisir sampah di sekitar kita ya. Apalagi kalau pospak yang pupnya belum di bersihkan langsung dibuang sembarangan, trus dibuang ke sungai, bisa mencemari air dengan bakteri E. Coli juga kan? Kasian kan pengguna air sungai bisa diare.  Sempet pengen nawarin clodi sama si ibu yang gendong anak itu, tp kok nyali belum terkumpul ya hehe.. takutnya dia malah memandang bunda sebagai sales yang perlu dihindari xixixi

Pemandangan lain yang biasa bunda temukan saat belanja rutin adalah keranjang belanja yang penuh dengan susu formula. Well, untuk yang ini bunda jg ga bisa berburuk sangka, mungkin memang ASI sang ibu ga banyak atau ga keluar sehingga si bayi harus disupply dengan sufor (semoga saja begitu dan bukan karena orang tuanya menganggap kandungan sufor lebih baik daripada ASI).  Bunda benar2 bersyukur, meski proses melahirkan Shiraz tidak sesuai dengan harapan, tapi proses menyusuinya boleh dibilang sangat smooth.  Meski hari pertama menyusui masih belum keluar ASInya bunda tetep menyusui Shiraz dan berharap Shiraz mendapatkan colostrum yang sangat bermanfaat untuk kekebalan tubuhnya. Alhamdulillah hari2 berikutnya ASI mengalir dengan deras sampai baju dan sprei selalu basah kuyup (waktu itu belum kenal washable breastpad spt annandapad yg skg bunda jual).  Sampai sekarang ga kerasa sdh 9 bulan Bunda menyusui Shiraz, meski ASI udh ga sebanyak dulu tp Alhamdulillah, Shiraz belum pernah icip-icip sufor. Untuk gizinya bunda pantau juga dari MPASInya selain dari ASI.

Padahal dulu semasa belum hamil dan saat hamil, bunda punya kekhawatiran tidak bisa menyusui dengan baik kelak. Soalnya persenjaataan (halah) bunda kurang memadai, payudara bunda nyaris flat nipple. Tapi setelah dengar penjelasar dari konselor laktasi yang bilang bahwa proses meyusui yang benar itu bukan dari puting melainkan dari payudara bunda jadi semangat lagi.  Dan ga nyerah sampai disitu selama hamil bunda melakukan beberapa treatment seperti menarik-narik ujung nipple dengan lembut (jangan dipaksa karena bisa bikin kontraksi), menyiram payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian, berulang2, alhamdulillah ga perlu sampai pakai nipple former mulai menunjukkan hasil dan semakin meyakinkan bentuknya saat Shiraz sdh bisa menyusu dengan benar hehe…

2 hal itu, pospak dan sufor, yang sering membuat saya banyak2 bersyukur karena saya Alhamdulillah ga harus berurusan dengan keduanya setiap kali belanja, ga perlu memenuhi kerannjang belanjaan saya dengan pospak yang syariatnya adalah sampah, dan  sufor yang mahal2 itu padahal yang terbaik bagi bayi adalah air susu ibunya.  Mungkin berbeda dengan saya yang ekonomi pas-pas an ini, bagi banyak orang mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk pospak dan sufor mungkin bukan masalah.  Tapi demi pertimbangan kesehatan bayi kita, bukankah sudah sepantasnya kita memberikan yang paling alami?

3 Comments (+add yours?)

  1. diyah
    Apr 04, 2011 @ 02:30:05

    suka banget dengan artikel ini,mudah2 bisa bermanfaat buat bunda2 di sana yang punya masalah sama

    Reply

  2. edwatulingas
    May 03, 2011 @ 02:59:12

    baca artikel mba jadi semakin merasa beruntung bisa memberi si kecil asix

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: