Karena ukuran cukup tiap orang berbeda…

Ngobrol bertiga dengan suami dan teman lama karena tidak sengaja dipertemukan dalam transaksi sewa menyewa rumah

T (Teman) : Jadi Vien, sekarang kerja dimana?

B (Bunda) : ~nunjuk meja kerja yg terkihat dari ruang tamu~ “tuh disitu, saya bisnis Online Shop dan jalanin bisnisnya Oriflame”

T : ” ngga kepengen jadi civil servant (PNS)?’

B : ” mau sih tadinya, udah 2 kali ikutan tesnya belom rezeki terus. Jadi yaa karena ngga banyak juga pekerjaan yg cocok sam background pendidikan di kota kecil ini, milih bisnis aja deh, hasilnya juga lumayan, dibanding sama gaji terakhir saat resign dulu, yaah kurleb sama lah”

T : ” Kalo Angga kerja dimana?”

A (ayah) : “di kelurahan, deket kantor kamu kan”

T : “Trus kenapa atuh masih harus bisnis segala Vien, cukup kali gaji dari suami juga ”

A & B berpandangan

B : ” kalo kamis ih ngerasanya ngga cukup, karena pernah 2 penghasilan untuk 2 kepala , trus pernah jg merasakan 1 penghasilan untuk 3 kepala, dan itu ngga cukup”

T : ” masa sih ngga cukup, kalo keluarga saya cukup, istri saya jg udh ngga mau kerja, udh enak di rumah aja, suami yg kerja”

B ; ” memang enak di rumah, tp buat saya sih punya penghasilan sendiri juga penting buat menopang ekonomi keluarga, krena kami ingin kehidupan yg lebih baik di masa depan”

T : “oh ukuran cukup orang beda-beda sih ya..”

=========================================================================================================

Definisi cukup buat keluarga kami bukan hidup pas-pas an, tapi hidup yang lapang.. kalopun diasumsikan sebagai pengejar materi biarlah, yang penting kami tidak lupa bersyukur atas materi yang kami dapatkan..   Yang jelas dengan penghasilan yang kami upayakan tiap bulan dari pekerjaan formal dan bisnis saya, standar minimal cukup kami sdh terpenuhi.. sdh punya rumah sendiri meski yg ditinggali masih rumah milik orang tua, sdh ada kendaraan pribadi roda 2 dan 4 meski model masih jadul, sdh punya perencanaan keuangan yang jelas tentang masa depan anak dan hari tua.  Selama masih punya umur, kesehatan, potensi diri.. mengapa tidak memaksimalkan upaya untuk mendapatkan yang terbaik.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: