Shiraz kena Campak (Tampek)

Udah seminggu ini Shiraz kehilangan semangat mainnya… Loyoooooooooo banget, seharian maunya tidur atau sekedar gogoleran (berbaring) selama berjam jam.. padahal biasanya yaaah…. nih bocah satu ngga pernah mau disuruh tidur siang siang sengantuk apapun, kecuali dia ngantuk di mobil itu udah pasti dia bakal ketiduran, jadi strategi setiap hari begitu jemput Shiraz dari daycar harus pake mobil sendiridan puter puter dulu sampe dia tidur, kalo pake angkot, ngga ngaruh, begitu nyampe rumah dia masih melek aja.

Kejadiannya seminggu lalu, waktu itu sore sore kita ke Lembursitu ke rumah kakek dan nenek Shiraz dari ayah.. Kebetulan ada pamannya Ayah aka kakeknya Shiraz yang lagi cuti dari pekerjaannya sebagai TKI di Saudi.  Waktu disana sempet ada insiden, Shiraz jempolnya kesandung batu, kukunya patah dan agak mengelupas, kayaknya perih soalnya dia sampai jejeritan dan meraung raung, tapi setelah perhatiannya teralihkan sama mainan sodaranya, jadi ngga mikirin lagi lukanya.  Pulanglah kita jam 8-an malam, Shiraz udah bobo.. Tapi sejak tengah malam suhu badannya panas banget, demam tinggi seharian besoknya Shiraz ngga dibawa ke daycare istirahat di rumah dan minum parasetamol tapi demamnya cuma turun sebentar terus naik lagi. Hari Rabu barulah Shiraz diajak ke dokter, apalgi kamisnya tanggal merah dan bunda harus kerja ke Jakarta.  Setelah dari dokter dikasih antibiotik dan obat flu+panas.  Hari kamis demamnya mulai turun, tapi kata ayah mungkin karena ditinggal jadi agak rewel, wajarlah agak uring uringan. Hari jumat juga panasnya makin turun, tapi kelihatan masih lemas terus, waktu diajak belanja sambil janjian sama temen, temen bilang, Shiraz udah kena tampek belum kok kayaknya merah merahnya seperti anaknya pas kena tampek. Pas diperhatikan lagi iya ternyata di bagian dahi, leher dan belakang kuping Shiraz ada merah2 seperti biang keringat.  Tapi ngga langsung sore itu Shiraz dibawa ke dokter.  Ayah dan bunda memutuskan observasi dulu semalam untuk melihat apakah bintik2 merah itu akan membeik keesokan harinya.

Ternyata tidak, pas pagi hari bintik merahnya sudah mulai menyebar ke paha, diraba terasa kasar meski merahnya agak samar.  Anehnya lagi bangun tidur Shiraz minta tidur lagi, dan cukup lama sampai akhirnya diboyong ke mobil dalam keadaan tidur.  Setiba di apotik Irna Farma, ternya dr Hasan tidak praktek karena sedang seminar. Akhirnya pergi ke Kimia Farma untuk kontrol ke dr Rini Sulviani, jam 9.30 antrian ke10 dan dokternya belum datang.  Ayah mulai ngga sabar dan ngajak ke RS Kartika, jadilah kami daftar lg untuk visit dr Gondo.  Tapiiiiiiiii ternyata di dokter Gondo jg antriannya lebih parah lagi sampai akhirnya kita balik lg ke kimia farma, alhamdulillah udah antrian ke 8 saat kita nyampe sana. Ngga lama nama Shiraz di panggil, waktu dokter Rini periksa baju Shiraz dibuka ternyata bintik bintiknya udah penuh menyebar di dada juga, dan dokter langsung ilang, ini emang campak bu, dokter juga menanyakan sebelumnya imunusasinya lengkap ngga?  Alhamdulillah imunisasi Shiraz yang wajib dan anjuran hampir semua sudah, tinggal IPD dan ulangan imunisasi wajib saja.  Kata dokterseandainya tidak diimunisasi maka bercak merahnya akan jauh lebih parah, dan panasnya bisa sampai 5 hari.  Dokter akhirnya memnita tes darah untuk memastikan ada tidaknya penyakit lain selain Campak.

Cukup tegang membayangkan Shiraz harus tes darah.. mengingat kadang kontrol biasa aja suka histeris, cukur ke tukang cukur juga takut jadi sampai sekarang Shiraz selalu dicukur sama Ayah dalam keadaan tidur. Untunglah ayah ada bakat jd tukang cukur karena turunan ASGAR (Asli Garut) heheh.  Alhamdulillah tapi reaksinya Shiraz saat cek darah tidak terlalu histeris, entah karena sangat lemas hari itu.  Gejala lain pada Shiraz selama sakit adalah tidak mau makan, seperti susah menelan dan mual saat makan, ditambah lagi ada diare, meski frekuensi pupnya tidak sering tapi begitu pup fesesnya cair.  Setelah hasil tes adrah keluar kami kembali lagi ke ruangan praktek dokter Rini, alhamdulillah tidak ada penyakit lain, hanya campak saja.  Treatmentnya untuk si bintik merah disarankan pakai caladine lotion, katanya nanti bintiknya menghitam dan akan mengelupas sendiri.  Tambahan obat yang didapat, zincpro untuk diarenya, dan obat antialergi untuk bintik merahnya.

Sekarang kondisi Shiraz mulai mendingan, tidak demam lagi dan bintik merah mulai memudar. Tapi nafsu makan belum membaik, dan masih terlihat lemas, maunya digendng terus.  Jujur, kadang suka pusing liat rumah berantakan saat Shiraz sedang aktif, tapi melihatnya lemas terbaring di kasur sepanjang haru jauh lebih membuat frustasi.  Shiraz yang kemarin mulai gemukan, sekarang kurus lagi..hikssss..   Semoga cepet sembuh ya nak.. kita jalan jalan lagi… makan yang banyak lagi..

Berikut info mengenai penyakit campak

Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.

Campak

Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Penyebab

Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kisaran 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: – bayi berumur lebih dari 1 tahun – bayi yang tidak mendapatkan imunisasi – remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala

Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: – Panas badan – nyeri tenggorokan] – hidung meler ( Coryza ) – batuk ( Cough ) – Bercak Koplik – nyeri otot – mata merah ( conjuctivitis )

2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Komplikasi

Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:
1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

Diagnosa

Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan: – pemeriksaan darah, pemeriksaan darah tepi – pemeriksaan Ig M anti campak – Pemeriksaan komplikasi campak :
* enteritis
* Ensephalopati,
* Bronkopneumoni

Pencegahan
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Waktu Inkubasi
Waktu terpapar sampai kena penyakit: Kira-kira 10 sampai 12 hari sehingga gejala pertama, dan 14 hari sehingga ruam muncul. Imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Orang yang dekat dan tidak mempunyai kekebalan seharusnya tidak menghadiri sekolah atau bekerja selama 14 hari.

Waktu pengasingan yang disarankan
Disarankan selama sekurang-kurangnya 4 hari setelah ruam muncul.

Sumber: id.wikipedia.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: