Cerita Make Money-ku di Oriflame

1

Hai perkenalkan, nama saya Viena Amelia Indriana.  Saya ingin berbagi cerita saya selama menjalankan berbagai bisnis debagai ikhtiar saya memperoleh penghasilan setelah saya memutuskan menjadi stay at home mom pada tahun 2009 lalu.

2

Siapakah saya ? Saya seorang ibu dari 1 putra balita bernama Shiraz yang tinggal di Sukabumi – Jawa Barat.  Suami saya, pak Angga adalah seorang PNS di lingkungan pemerintah kota golongan 3B.  Dulu sebelum menetap di Sukabumi, saya sempat merasakan atmosfir dunia kerja yang cukup menantang sebagai analis sistem manufaktur di PT Astra Honda Motor selama 2,5 tahun.  Merupakan pengalaman yang luar biasa bisa bekerja sesuai dengan background pendidikan saya sebaga Sarjana Teknik Industri.  Pada akhirnya setelah dipercayakan mengandung selama 4 bulan, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya, dan menyusul suami saya yang dinas di Sukabumi. Kota tempat saya lahir dan dibesarkan, juga kota dimana orang tua dan mertua saya tinggal.   Saya tidak bisa membayangkan jika saat anak saya lahir, orang tuanya masih tinggal di kota yang berbeda, atau tinggal di tengah-tengah antara jakarta sukabumi, dimana pertemuan dan komunikasi biasanya hanya dari jam 8 malam – jam 5 subuh karena kami harus bekerja dengan arah tujuan yang berbeda.  Hal itulah yang memantapkan keputusan saya untuk resign dari pekerjaan, meski ketidakpastian akan masa depan membayangi.

3Setelah saya kembali ke kampung halaman, saya memutuskan untuk sesegera mungkin berbisnis untuk menutup kekurangan dari penghasilan saya yang hilang saat resign, karena dari 2 penghasilan untuk dua kepala awalnya, akan menjadi 1 penghasilan untuk 3 kepala. Selain itu, saya juga membutuhkan aktivitas untuk mengisi waktu, karena saya juga pada awalnya tidak terbiasa tinggal di rumah sepanjang hari.  Bisnis pertama yang saya jajaki di Sukabumi adalah bisnis kemitraan berkonsep waralaba untuk produk makanan Ayam Tulang Lunak.  Modal yang digunakan untuk membuka usaha ini cukup besar dari bonus akhir tahun saya sebelum resign.  Selain membeli paket kemitraannya, saya juga harus menyewa dan renovasi tempat usaha, membeli furniture untuk melengkapi kedai, juga membeli banyak peralatan lainnya seperti lemari es dan peralatan makan dan memasak lainnya. Singkat kata, modal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis ini cukup besar, hingga mencapai belasan juta rupiah.  Setelah berjalan selama kurang lebih 1,5 tahun akhirnya saya memutuskan menghentikan bisnis ini, karena pendapatan yang dihasilkan sudah tidak bisa lagi menutup operasional.  Tantangan dan kendala yang dihadapi diantaranya : persaingan dengan jenis makanan lain, tempat yang kurang strategis/memadai, kesulitan memperoleh pekerja yang bisa bertahan lebih dari 1-2 bulan dan bisa bekerja dengan baik dan amanah, bahan baku yang mudah rusak/basi, serta menyita banyak waktu yang diperlukan untuk mengelolanya dan yang paling utama adalah karena sudah tidak memberikan keuntungan lagi, malah tidak jarang keuangan pribadi harus digunakan untuk menutup operasional bisnis. Singkat kata besar pasak dari pada tiang, kamipun akhirnya menyerah.

Kemudian peluang bisnis baru muncul dari kesukaan saya belanja keperluan bayi secara online di internet. Saya membeli clothdiaper dlam jumlah banyak dan mendapatkan harga grosir, saya pilih yang saya suka untuk dipakai Shiraz kemudian sisanya saya jual kembali dengan harga retail, dan mendapatkan keuntungan.  Sungguh menyenangkan sebenarnya, menyalurkan hobi saya berbelanja sekaligus memenuhi kebutuhan saya untuk memanfaatkan waktu di sela mengurus bayi Shiraz plus mendapatkan keuntungan yang bisa saya pakai belanja lagi =P.  Bisnis online shop ini saya jalankan melalui akun facebook, promosi di milis2 terkait, situs jual beli online dan blogging di multiply serta wordpress.  Saya mendapatkan barang dengan cara pembelian partai grosir dan menjadi reseller dropshipper.  Saya belajar bahwa untuk mendapatkan keuntungan maksimal di bisnis ini, kita harus mengeluarkan modal yang cukup besar karena mempunyaiproduk sendiri tentu keuntungannya lebih besar dibandingkan menjadi dropshipper, selain itu kita juga lebih confidence menjual produk karena sudah melihat aslinya, jika menjadi dropshipper seringkali penjual memasarkan produk tapi tidak pernah melihat langsung produk yg mereka jual.  Omset yang saya hasilkan dari online shop ini sebenarnya cukup besar dengan persentase keuntungan rata2 30% dari penjualan produk. Dalam 1 bulan biasanya saya bisa membukukan transaksi min 5 juta – belasan juta.  Tantangan bisnis ini adalah variasi tren produk yang cukup sering berganti dan menumpuknya stock barang di rumah.  Selain itu yang saya rasakan kurang terpenuhi dari bisnis ini adalah sisi aktualisasi diri, hasrat untuk belajar hal baru dan jenjang karir yang bisa dikejar.  Menjadi owner onlineshop artinya menjadi pelayan toko, bagian packaging sekaligus kurir dan customer service disaat bersamaan.  Pelan-pelan bisnis ini menjadi kurang menantang.. dan kenaikan pendapatannya pun mulai melambat.

4

Mungkin anda berpikir, kalau saya memang berniat resign dan menjadi ibu rumah tangga kenapa mesti repot repot berbisnis, bukankah suami saya juga punya penghasilan?  Betul dan memang semua penghasilan suami saya juga untuk keluarganya, terutama untuk kebutuhan pokok.  Namun saya dan suami juga punya visi tentang masa depan yang ingin kami wujudkan, tentunya semakin hari semakin baik semakin mapan.   Ingin memberikan kehidupan dan pendidikan yang terbaik untuk Shiraz dan adiknya nanti yang mana harus dipersiapkan dari sekarang.  Amit-amit jangan sampai setiap Shiraz mau masuk sekolah kami harus meminjam uang ke bank karena tidak punya dana pendidikan yang cukup.  Biaya pendidikan semakin lama semakin tinggi, dan inginnya apapun cita-cita Shiraz, kami punya rezeki untuk membiayainya.

Yang selanjutnya adalah rumah, saat ini saya dan suami masih tinggal di rumah milik orang tua, meski tidak tinggal bersama orang tua.  Bukannya kami tidak punya rumah sendiri sih, alhamdulillah sudah punya meski sangat sederhana sekali dibeli dengan cara KPR dan uang muka bersubsidi, tapi untuk saat ini belum kami tempati karena aksesnya masih jauh dari angkutan umum dan keramaian, jadi untuk mobilitas kurang bagus.  Rumah ini sementara dijadikan investasi dulu, lagipula ada request khusus dari orang tua untuk menempati rumah lamanya supaya tetap “hidup”.  Tentunya tidak selamanya, kami sedang berusaha meningkatkan penghasilan supaya bisa memindahkan lokasi rumah ke daerah yang lebih strategis dan mudah dijangkau, karena yang pasti, biayanya juga tidak murah.

Alasan lainnya adalah karena kami sekeluarga sangat suka travelling, dalam satu tahun setidaknya 2-3 kali kami bepergian jauh.  Bagi kami, travelling sama sekali bukan bentuk pemborosan namun kebutuhan.  Tentunya harus pandai-pandai mensiasati agar budget travelling tidak sampai menyedot budget tabungan atau kebutuhan pokok.

5

Disaat masih menjalankan bisnis online babyshop saya mulai berpikir mencari bisnis lain yang lebih menjanjikan untuk dikerjakan dalam jangka panjang, yang bisa memberikan peningkatan pendapatan secara signifikan, mudah dimaintain dan yang paling penting yang bisa lebih mengeluarkan potensi diri yang saya miliki, lebih banyak tantangan yang membuat saya terus berkembang.  Ternyata jawabannya juga tidak jauh-jauh ada di bisnis Oriflame dimana saya sebenarnya sudah jadi member sejak 2009.  Saya melihat upline saya mba Efi (Elfiana Tuharea) yang saat itu baru saja mencapai level Senior Manager dengan penghasilan 4-7juta/bulan.  Jujur saya merasa seperti ditampar saat itu, ditampar oleh kesadaran saya sendiri.  Jikalah seorang mba Efi yang masih bekerja dengan posisi yang baik di kantornya masih bisa menjalankan bisnis Oriflame dan sukses, kenapa saya yang jelas membutuhkan income tambahan begitu banyak alasan dan kemalasan menjalankan bisnis ini.  Succesplan Oriflame sangat panjang dan menjanjikan, siapapun bisa mencapainya dengan usaha dan kesungguhan, tidak ada kuota berapa orang yang bisa mencapai level tertentu, semua orang berhak asal memenuhi persyaratannya.  Seperti menjalankan bisnis dengan jenjang karir dan benefit yang terbentang luas di hadapan kita.  Mulailah saya merapat pada mba Efi, menyerap semua ilmu yang sudh disediakan d’BCNetwork grup konsltan Oriflame dimana saya bergabung, dan mempraktekkannya, seraya membuang jauh jauh gengsi karena menjalankan MLM.  Saya yang butuh bisnis ini, maka saya akan sukses.. 7 bulan kemudian, saya yang berada di level Senior Manager, dan luar biasanya itu bukan akhir dari perjalanan karier saya di Oriflame tapi justru pintu gerbang menuju 16 titel director – diamond president director dengan cash award 7juta – 7 milyar, 2 car program dan 3 car reward, serta tiket jalan2 gratis maximal sampai 4 tiket 3 kali/tahun. Luar biasa bukan?

6Ini adalah perbandingan penghasilan yang saya peroleh selama 1 tahun dari mulai bekerja kantoran, bisnis konvensional, bisnis online shop dan bisnis MLM Oriflame.  Bisnis Oriflame meski dimulai dari titik terendah (bonus pertama saya sekitar 30ribu) namun setelah dijalankan dengan fokus peningkatannya luar biasa drastis.. Kerja kantoran dimulai dengan gaji awal yang besar tapi peningkatan pertahunnya kurang signifikan.  Bisnis online shop stagnan di range penghasilan 2-3 juta/bulan. Bisnis kuliner konvensional ? mari tidak perlu dibahas… minus doooong balik modalpun tidak, padahal modalnya paling besar.

7

Saya merasa sudah berada di jalur yang tepat, sudah menaiki kendaraan yang tepat yang akan mengantarkan saya mewujudkan impian-impian saya satu persatu.  Saat ini saya berada di level director (kualifikasi ke Gold Director) dengan penghasilan rata-rata 6-8 juta /bulan.  Cukup besar untuk ukuran bisnis rumahan yang dijalankan ibu rumah tangga bukan? Dari tahun 2011 ke 2012 saya bisa meningkatkan penghasilan 3 kali lipat ditambah travelling gratis ke Bali selama 2 tahun berturut turut.  Goal saya yang selanjutnya adalah mengikuti Gold Confrence 2014 dan menjadi Diamond Director maksimal di tahun 2015.  Kenapa Diamond Director, karena saya pengeeeeeen banget punya CRV gratisnya dari Oriflame.. saat ini sementara biarlah mobil kutu si Visto Silver yang menemani hari hari saya =)

Mau seperti saya? Karena kalau saya bisa kamu juga pasti bisa!

Viena

08156303005 / pin 287f81a8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: