Oktober oh oktober

Bulan Oktober selalu jadi bulan istimewa karena banyak keluarga yang berulang tahun, selain Ayah Shiraz ada ateu Vieta, Om Diwan, Nenek EmPuy, Amih Diyas, Om Fikri.  Well, memang kebanyakan dari keluarga Ayah, kalau di Keluarga Bunda kebanyakan berulang tahun di bulan Juni, termasuk Bunda dan Shiraz.

Lalu bulan ini juga ada hari Raya Idul Adha, alhamdulillah masih bisa kurban domba untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah, dan kali ini giliran Ayah. Namun disisi lain lebaran haji ini bagi kami sekeluraga terasa sepi tanpa kehadiran almh. Mama yang meninggalkan kami 8 bulan lalu.  Al Fatihah untuk Mama, kami anak-anakmu hanya bisa mengucapkan seuntai doa untuk mu.  Terlebih bulan ini keluarga besar kami juga mendapatkan ujian dengan sakitnya kakak mama di Surabaya, Uwa Adjat Suryana, sehingga seluruh keluarga di Nyomplong hijrah ke Surabaya dan melalui idul adha disana karena saat itu Uwa Adjat sedang kritis di ICU.  Menurut kabar terakhir kemarin, kondisinya sudah membaik dan sudah dipindahkan kembali ke Paviliun untuk masa pemulihan. Syafakillah Wa, maaf viena sendiri belum sempat menengok langsung ke Surabaya.

Biasanya mama yang menyiapkan masakan idul adha, karena kami tidak mudik ke subang seperti saat idul fitri, lalu mungkin kami akan ke Nyomplong untuk silaturahmi dan makan masakan nenek dan ua yayah.  Tapi bulan ini tanpa mama dan tanpa keluarga besar di Nyomplong, akan terasa hambar sepertinya.  Jadilah satu hari sebelum idul adha, membuat rencana dadakan untuk membuat masakan lebaran seperti masakan mama. Ketupat beli, kebetulan ada yang jual dekat rumah Nanggeleng, daging, sayuran dan bumbu bumbu instan beli di supermarket.  lalu berjibakulah di dapur semalaman bagaikan sangkuriang hingga menghasilkan sayur kari, opor dan sambel goreng kentang tidak lupa acar dan kerupuk sebagai pelengkap.  Persis seperti yang selalu dibuat mama tahun-tahun sebelumnya, eh kecuali rasanya tentu saja, buatan mama jauh lebih enak.  Hanya sholat id dan makan pagi bersama yang dilewatkan di Cimahpar, selepas itu ayah, bunda dan Shiraz menghabiskan hari di lembur situ karena ayah kurban disana.  Siraz cukup antusias ikut nyate meski ga mau lihat proses penyembelihannya.

 

masakan idul adha

 

nyate

Bulan oktober ini juga salah satu project bunda, ateu Viera dan Nepal Edah bisa mulai terwujud, butik Viera resmi beroperasi di garasi kecil rumah Nanggeleng, dengan modal renovasi dadakan dan patungan.  Kami menjual busana muslimah (brand sendiri), aneka aksesoris wanita, rak tas dan sepatu gantung, serta baju anak branded, sempatkan untuk berkunjung ya, lokasinya ada di samping kelurahan Nanggeleng, kalau dari kota naik saja angkot ungu no 27 dan langsung turun di kelurahan.

butik pojok

butik_gamis

butik atasan

butik

Punya butik sendiri juga salah satu keinginan mama, salah satu impian yang terlambat aku wujudkan.  Waktu tidak menunggumu, jadi pergunakan waktumu dengan sebaik baiknya untuk membahagiakan orang orang yang kamu cintai.

Salah satu yang melegakan di bulan Oktober ini, adalah karena akhirnya, alhamdulillah mulai bisa pergi bawa mobil sendiri kemana mana. Dengan lega bunda bisa mencoret satu poin dari dreambook, punya mobil yang nyaman dan bisa mengemudinya dengan mandiri. semoga perjalanan ke depannya selalu selamat dan lancar tanpa ada insiden seperti saat dengan si visto dulu.

driving

 

masi ada sekitar 10 hari ke depan di bulan oktober, semoga selalu berita baik dan kebahagiaan yang menutup bulan oktober. Amin

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: